Senin, 21 November 2011

Atletik, Unggul di Lintasan akan Fokus Track dan Field


 
Palembang,  
Minimnya perolehan medali atletik di nomor track and field membuat Sekjen PB PASI Tigor Tanjung akan lebih memfokuskan nomor ini.
Di cabang atletik, memang Indonesia unggul di nomor lintasan dalam ajang SEA Games Palembang 2011. Sebanyak 13 emas  didapatkan dari kemampuan para jawara di nomor lari cepat dan jarak jauh. Semuanya, nomor lintasan.  Sementara di nomor track and field Indonesia masih kalah jauh.
Di cabang atletik, Indonesia kebagian 13 emas yang sebagian besar merupakan nomor lintas. Triyaningsih menciptakan hattrick dengan merebut tiga emas di nomor 1000 meter, 5000 meter, dan marathon. Di nomor Maraton, dia berhasil mengawinkan gelar bersama Yahuza. Atlet Agus P, juga mempersembahkan dua emas di nomor  1000 meter dan 5000 meter bersanding bersama Triyaningsih. 
Dua emas lainnya, disumbangkan oleh Franklin R Burumi melalui nomor 100 meter dan 200 meter. Di nomor 100 meter, bersama Serafi Anelis Unani mereka Berjaya merebut emas.

Heru T tak ketinggalan menyumbang emas di nomor  400 meter. Lablu, di 4x 100 meter, tim merah putih juga mendapat emas. Nomor lintasan 1500 meter,  Ridwan juga berjaya. Satu emas lagi diperoleh dari nomor 3000 meter aral rintang, oleh Rini Budiarti. Selain itu, 12 perak dan 11 perunggu juga dipersembahkan dari cabang ini.  

Berdasarkan data di atas, Indonesia hanya mampu meraih tiga perak atas nama Maria Londa di nomor lompat jauh dan lompat jangkit, kemudian Hermaan di nomor lempar cakram. Selanjutnya 2 perunggu atas nama Ni Putu Desi  di nomor lompat tinggi gala. Dengan hasil ini, Indonesia kalah jauh dari Thailand dan Vietnam.
Thailand kantongi 14 emas,  enam di antaranya nomor track and field, yakni lompat jangkit putra Theerayut Philakon, tolak peluru putra Chatchawal Polyiam, lompat galah putra Kreeta Sintawachee, lompat jauh putra Supanara Sukhasvas, lempar lembing putri Natta Nachan, dan lempar cakram putri Subenrat Insaeng.

“Kalau untuk nomor track and field kita memang harus bersabar, karena masih dalam pembinaan. Beberapa tahun silam kita unggul, tetapi kemudian menurun dan Thailand serta Vietnam unggul, butuh 2-3 tahun mempersiapkannya,” jelas Sekjen PB PASI Tigor Tanjung.

Namun, menurut Tigor, saat ini pihaknya terus melakukan pembinaan secara berkala terutama fokus membina atlet untuk nomor track and field. Bibit muda sudah dipersiapkan.“Kami juga melakukan pemasalan. Mensosialisasikan agar lebih dikenal masyarakat,” jelasnya.

Caranya adalah dengan banyak menggelar event lomba sprint. Karena dasar dari track and field berasal dari para sprinter yang memiliki kecepatan. ”Kecepatan adalah modal dan kita ada yang berbakat, nanti akan diarahkan,” jelasnya. (sir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan tulis komentar dan tanggapan Anda, terima kasih