Tampilkan postingan dengan label angkat besi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label angkat besi. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2011

Eko Yuli Irawan: Konsumsi dan Peralatan Ditingkatkan




Palembang:

Usai Sea Games, Eko Yuli Irawan mengatakan akan terus berlatih di Jakarta meningkatkan kemampuan. Atlet Kaltim ini berharap perhatian pemerintah terus ditingkatkan, ia berharap konsumsi dan peralatan ditingkatkan.

"Itu yang kami harapkan, konsumsi bagaimana gizi dan nutrisi serta peralatan lebih mencukupi ke depannya,"  harap atlet yang sebelumnya mengaku sebagai pengangon kambing ini.

Kini Eko bertekad mengukirkan namanya di kancah Olimpiade 2012 mendatang, sebab pada Olimpiade Beijing 2008 lalu, dia meraih perunggu. “Ke depan saya target emas di Olimpiade dan bangga bisa kibarkan bendera di Olimpiade,” ungkap pemegang medali perunggu Olimpiade Beijing 2008, kelas 56 Kg, dengan total angkatan 288 Kg.Untuk itu, menurutnya, faktor konsumsi dan peralatan tentu  menjadi sangat menentukan.

Pada awalnya, putra pasangan Saman dan Wastiah ini  mengaku terjun ke dunia angkat besi terjadi secara tak sengaja. Saat itu,  kerjaannya hanya mengangon kambing, alias gembala. Dia diajak oleh salah seorang temannya untuk bermain ke salah satu tempat latihan angkat besi di daerah Metro, Lampung.

Pada hari pertama, Eko sempat diusir oleh seniornya. "Saya diusir, karena mungkin mereka terganggu pas latihan ada anak kecil. Kalau mau menonton di luar"  kenangnya. Saat berkenalan dengan dunia angkat besi.

Pada hari kedua, Eko datang kembali ketempat tersebut dengan mengenakan setelan celana pendek dan sepatu kets. "Saat itu niatnya ingin nonton, eh  malah diajak latihan. Akhirnya dicobalah," kata peraih
Medali perak kejuaraan Asia di Kanazawa, Jepang, di kelas 62 Kg ini.

Mulai saat itu, Eko mulai menyukai olahraga angkat besi. Setelah terus-menerus latihan rutin, akhirnya Eko mendapatkan penghasilan  pertamanya. "Akhirnya  saya dibayar. Rp 5000 setiap seminggunya. Itu pertama kalinya saya mendapat uang. Lumayanlah bisa membantu orangtua," ujarnya bangga.

Lima bulan kemudian, Eko merasa jenuh. Tempat latihan pun tak pernah dikunjunginya lagi. Namun kondisi tersebut tak berlangsung lama. Yon Hariono, pelatih Eko, datang ke rumahnya. "Ia datang ke rumah, menanyakan saya mengapa saya berhenti. Padahal saya dianggap mempunyai potensi," ungkap peraih emas PON XVII  2008 di Kaltim ini.

Prestasi Eko Yuli Irawan, atlet angkat besi ini ajang Sea Games kali ini begitu fenomenal. Lifter kelahiran Lampung, Indonesia, 24 Juli 1989 ini  memecahkan rekor atas dirinya sendiri di SEA Games 2011 Palembang. Tidak tanggung-tanggung si "Hercules", demikian kalangan media menyebutnya, memecahkan tiga kategori rekor.

Pada Sea Games di Palembang, tim merah putih hingga kemarin berhasil mengoleksi 3 emas 6 perak dan 1 perunggu. Ketiga emas tersebut, selain dipersembahkan Eko juga disumbangkan Triyatno (69 kg), dan Sandow Waldemar (77 kg).

Bagi Eko sendiri,  emas ini merupakan yang ketiga. Sebelumnya dia  dapat emas di Thailand 2007 dan  Laos 2009.

Adapun tiga rekor yang dipecahkan yakni, pertama pada snatch. Lifter yang pada kejuaraan angkat besi dunia yunior di Praha, Republik Ceko tahun 2007 meraih emas dan mendapatkan penghargaan sebagai the best lifter itu sanggup mengangkat beban seberat 136 kilogram. Catatan itu memecahkan rekor lama  atas namanya sendiri pada SEA Games XXV Laos silam. 

Waktu itu dia mencatat angkatan 135 kilogram. Sedang pada angkatan clean and jerk, dia lagi-lagi memecahkan rekor atas namaya sendiri dengan angkatan 161 kilogram, dimana rekor sebelumnya 160 kilogram.

Dengan hasil itu, total Eko Yuli memecahkan rekor SEA Games pada total angkatan dengan 302 kilogram. Rekor sebelumnya adalah 300 kilogram. Eko Yuli mengaku puas dengan hasil yang dicatatnya ini.  (sir)
.

Jumat, 18 November 2011

Rekor Pecah di Angkat Besi

 
Palembang:
Satu lagi rekor Sea Games dipecahkan pagi ini. Pitaya Tibnoke yang turun di nomor Senior Men 85 Kg melakukan total angkatan 338 kg  dan angkatan 189 kg. Dengan demikian, atlet Thailand ini meraih emas.  Rekor sebelumnya atas namanya sendiri dengan  angkatan  188 kg dan total angkatan 338.

Sementara Samuel Shendy Latuperissa dari Indonesia harus puas mendapat perak dengan angkatan 140 kg dan total angkatan 310 kg. Perunggu diraih  Hoang Tan Tai (Vietnam).
Sehari sebelumnya, atlet Indonesia  Triyatno dan Eko Yuli Irawan juga memecahkan rekor Sea Games di kelas 69 kg dan 62 kg. Sementara Sandow Weldemar Nasution yang turun di kelas 77 kg juga mendapat emas.
Dengan demikian, hingga hari ini Indonesia sudah mengoleksi empat emat emas dari cabang angkat besi.
Di hari pertama kemarin lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan, berhasil menyumbangkan medali emas pertama angkat besi kelas senior 62 Kg A, Jumat (18/11), di GOR Dempo Jakabaring Sport City (JSC).

Dalam kesempatan tersebut Eko berhasil memecahkan tiga rekor SEA Games sekaligus, untuk Clean and Serk angkatan pertama dengan angkatan 157 sebelumnya 150.

Kedua dengan angkatan 166 rekor sebelumnya 160 dan total angkatan rekor baru SEA Games 302 kg sehingga dirinya berhasil memecahkan tiga rekor sekaligus untuk SEA Games.

Sedangkan untuk perak diraih Muhakmad Hasbi dari Indonesia dan Perunggu di raih lifter Vietnam Nguyen Hgoc Truhg.
Lifter putra Indonesia pada ħari pertama kembali menyumbangkan emas untuk Indonesia dan pemecahan rekor baru SEA Games.

Pada pertandingan ketiga Triyatno yang turun kelas senior putra 69 Kg, juga memecahkan rekor C and Jerk dengan angkatan seberat 181 Kg. Sehingga total angkatannya seberat 321 Kg.

Sebelumnya rekor angkatan C and Jerk seberat 180 yang dibuat lifter Thailand Hansawong Phaisan pada SEA Games di Vietnam 2009.

Dalam pertandingan tersebut perak diraih lifter indonesia lainnya, Deni dengan angkatan C and Jerk hanya 170 Kg total angkatan 310 kg.

Sedangkan perunggu diraih lifter Myanmar, Kyaw Moe Win dengan angkatan C and Jerk 170 Kg, dan total angkatan 310 kg.
(sir)