Pilihan
Memberikan informasi akurat Sea Games XXVI di Palembang 11-21 November 2011 By: Muhamad Nasir
Tampilkan postingan dengan label JSC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JSC. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 Februari 2012
Selasa, 06 Desember 2011
Pemeliharaan Venue JSC, Disiapkan Rp 6 M
Palembang:
Pemprov
Sumsel menganggarkan dana sebesar Rp6 miliar pada APBD 2012 untuk pemeliharaan
semua venue di kawasan Jakabaring Sport City (JSC). Dana ini dinilai masih
kurang.
Ketua Komisi V DPRD Sumsel Bihaqqi Sofyan mengatakan, bahwa anggaran sebesar Rp6 miliar tersebut masuk dalam anggaran dua SKPD, yakni Biro Keuangan dan Aset Daerah.
“Kami sudah tanyakan langsung kepada dua SKPD
tersebut,dan mereka menyatakan anggaran itu untuk pemeliharaan bekas lokasi SEA
Games,” katanya, Senin (5/12). Namun begitu, Bihaqqi mengaku belum begitu tahu
secara detail rincian dana Rp6 miliar tersebut untuk apa saja saja.
Pasalnya, pembahasan dari SKPD yang bersangkutan berada di Komisi I dan Komisi III DPRD Sumsel. Tapi, secara hitung-hitungan, anggaran Rp6 miliar tersebut, dinilainya masih kurang.
“Di sana
(JSC) masih banyak belum tumbuh tanaman dan sebagainya.Karena, bukan hanya
melakukan pemeliharaan saja, tapi bagaimana lingkungan yang ada di JSC bisa
berfungsi baik dan bisa dimanfaatkan masyarakat, missal untuk wisata.
Sebab, kalau ada hari libur, tentunya tidak ada tempat lain selain JSC dan hutan Punti Kayu, itu alternatif, ”tukasnya.
Sebab, kalau ada hari libur, tentunya tidak ada tempat lain selain JSC dan hutan Punti Kayu, itu alternatif, ”tukasnya.
Politisi asal Partai Demokrat ini menambahkan, aset
SEA Games tersebut memang belum diserahkan pemerintah pusat secara resmi kepada
Pemprov Sumsel. Karena lokasinya di Palembang,
sudah sewajarnya Pemprov Sumsel mempersiapkan dana pemeliharaan venue-venue
tersebut.
“Sekarang kan yang paling penting jangan sampai aset besar itu terbengkalai lama. Jika terlalu lama, nanti banyak yang rusak. Lebih bagus lagi, kalau satu atau dua tahun ini ada MoU untuk mengakomodiasi semua persolan itu,” tukasnya.
Anggota DPRD Sumsel lainnya, Ahmad Yani menuturkan,
bahwa sebelum pelaksanaan
SEA Games XXVI digelar,
pihaknya telah memberikan pandangan terkait pemeliharaan aset-aset seperti
venues dan sebagainya.
“Yang paling dikhawatirkan itu kan, siapa nanti yang akan mengurusnya dan darimana sumber dananya. Beberapa solusi memang sempat kami (FraksiDemokrat) tawarkan, apakah pengelolaan itu dari Banpora atau KONI yang memang berkaitan langsung (dengan pemeliharaan aset olehragadi Jakabaring),” jelasnya.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumsel ini menambahkan, seharusnya,setelah pemerintah daerah menganggar kan dana untuk pemeliharaan asetaset di JSC, juga dilakukan rapat terpadu, agar semua bisa jelas,mulai dari pemeliharaan, pengelolaan dan sebagainya.
Sebelumnya, pemerintah sudah punya rencana
bahwa di kawasan JSC ini nantinya akan dibangun perguruan tinggi olahraga.
Sehingga venue-venue berstandar internasional di kawasan ini bisa dimanfaatkan.
Selain itu, Ketua KONI Sumsel Muddai madang
mengngkapkan berbaghai jadwal even nasional maupun internasional sudah menunggu
selama tahun 2012. Sehingga venue-venue yang ada akan digunakan.
Sedikitnya
lima kejuaraan
dunia akan digelar. Empat di antaranya kejuaraan voli pantai Asia Pasific yang
berlangsung April 2012, kejuaraan sepatu roda Asia Pasifik (Juli 2012),
kejuaraan bola voli indoor (Oktober 2012) dan kejuaraan ski air dunia
(November 2012). Tidak hanya itu, Sumsel juga membidik Asian Games 2018
Selain
menjadi tuan rumah sejumlah agenda internasional, beberapa venue dipandang
layak untuk menggelar training camp, seperti misalnya venue menembak yang
dipastikan menjadi tempat TC. (sir)
Rabu, 23 November 2011
JSC, Hanya Petugas Kebersihan yang Masih Sibuk Palembang:
Hingga H+2 pasca penutupan Sea Games XXVI kawasan Jakabaring Sport City terlihat lengang. Tak ada lagi aktivitas atlet,FUntuk mengatasi masalah kebersihan di kawasan JSC, pihaknya menambah 150 orang tenaga oficial, maupun panitia. Termasuk jurnalis.
Pemantauan, hanya para petugas kebersihan yang masih terlihat sibuk. Mereka tersebar di semua arena termasuk Wisma Atlet. Selain itu mengerahkan 5 mobil angkutan yang secara berkala mengangkut sampah dari JSC.
Kepala Dinas Kebersihan Kota Palembang Zulfikri Simin mengatakan, selama SEAG terjadi peningkatan volume sampah sebanyak 10-15 ton, meliputi kotak makanan, plastik dan botol minuman.
“Dibandingkan waktu pembukaan, jumlah penutupan ini lebih sedikit. Sebab penonton closing cenderung berkurang dibandingkan pembukaan karena sebagian atlet dan ofisial sudah berangsur-angsur pulang ke negara masing-masing,” jelasnya.
Untuk mengatasi masalah kebersihan di kawasan JSC, pihaknya menambah 150 orang tenaga kebersihan yang tersebar di semua arena termasuk Wisma Atlet. Selain itu mengerahkan 5 mobil angkutan yang secara berkala mengangkut sampah dari JSC.“Selama SEA Games kami upayakan bebas sampah. Soalnya petugas dan mobil sampah kami tambah,” tandasnya.
“Selama SEA Games kami upayakan bebas sampah. Soalnya petugas dan mobil sampah kami tambah,” tandasnya.
Sementara kondisi pengamanan tidak lagi seketat saat perhelatan SEAG digelar meski masih terlihat beberapa mobil patroli bersiaga. Pintu masuk yang biasanya dijaga ketat aparat kepolisan, kemarin hanya dijaga beberapa petugas.
Berbagai jenis kendaraan yang menggunakan bahan bakar selain gas, bebas keluar masuk kawasan go green. Bahkan alat detector yang biasanya terpasang di depan pintu arena tidak terlihat lagi. Mobil angkutan gratis yang disediakan panitia penyelenggara Inasoc juga terlihat berjejer di depan gerbang komplek JSC. Tak jauh berbeda dengan Media Center di Kantor Bank Sumsel Babel (BSB), yang biasanya dipenuhi para jurnalis kini terlihat sepi, hanya beberapa petugas satpam yang berjaga. (sir)
JSC, Pusat Pendidikan Sekaligus Wisata
Palembang:
Jakabaring Sport City (JSC) bukan hanya diproyeksikan menjadi pusat pembinaan atlet nasional dengan pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Olahraga (STIO) yang nantinya dikembangkan menjadi Sports University. Tapi juga akan dikembangkan jadi lokasi wisata olahraga.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengemukakan, JSC akan jadi pusat pendidikan olahraga di bawah PB masing-masing. Selain itu, juga menjadi lokasi wisata olahraga. Fasilitas yang ada terus dikembangkan termasuk penambahan fasilitas lightside restoran.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengemukakan, JSC akan jadi pusat pendidikan olahraga di bawah PB masing-masing. Selain itu, juga menjadi lokasi wisata olahraga. Fasilitas yang ada terus dikembangkan termasuk penambahan fasilitas lightside restoran.
“Kami menjanjikan akan merealisasikan semua ini sama seperti ketika persiapan tuanrumah Sea Games lalu,” ujar Alex Noerdin dihadapan Menpora Andi Mallarangeng dan Ketua Umum KONI/KOI pusat yang juga Ketua Umum Inasoc SEA Games (SEAG) ke XXVI/2011 Rita Subowo, saat acara ramah-tamah seusai acara SEAG di Palembang, Rabu (23/11).
Selain menjadikan JSC sebagai pusat pembinaan atlet nasional, Alex menegaskan, Sumsel siap menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games 2018.
Selain menjadikan JSC sebagai pusat pembinaan atlet nasional, Alex menegaskan, Sumsel siap menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games 2018.
“Kami akan membangun dua jembatan yakni Musi III dan Musi IV. Kemudian jalan lingkar, jalan tol, jalur masuk bandara dan penambahan runway serta membangun 15 hotel berbintang,” paparnya.
Apalagi, Kata Alex, Sumsel sudah menjawab semua keraguan dan pesimistis beberapa pihak sebelum terselenggaranya SEAG dengan sebuah kesuksesan. Kritikan dan pesimistis yang terjadi jauh sebelum SEA Games sesungguhnya menjadi motifasi mereka untuk bekerja dan memberikan sesuatu yang lebih baik. “Terima kasih masyarakat Sumsel, terima kasih kepada semua yang telah berperan demi suksesnya SEA Games,” kata mantan Bupati Musi Banyuasin ini.
Apalagi, Kata Alex, Sumsel sudah menjawab semua keraguan dan pesimistis beberapa pihak sebelum terselenggaranya SEAG dengan sebuah kesuksesan. Kritikan dan pesimistis yang terjadi jauh sebelum SEA Games sesungguhnya menjadi motifasi mereka untuk bekerja dan memberikan sesuatu yang lebih baik. “Terima kasih masyarakat Sumsel, terima kasih kepada semua yang telah berperan demi suksesnya SEA Games,” kata mantan Bupati Musi Banyuasin ini.
Ketua Umum KONI/KOI pusat Rita Subowo mengingatkan, sesudah SEAG masih banyak yang harus dilakukan untuk kemajuan dunia olahraga di Indonesia. Rita Subowo juga memberikan restu lima kejuaraan tingkat Asia dan dunia akan digelar di Sumatera Selatan sepanjang 2012.
Kelima kejuaraan dunia itu, empat di antaranya kejuaraan voli pantai Asia Pasific yang berlangsung April 2012, kejuaraan sepatu roda Asia Pasifik (Juli 2012), kejuaraan bola voli indoor (Oktober 2012) dan kejuaraan ski air dunia (November 2012). Tidak hanya itu, Sumsel juga membidik Asian
Kelima kejuaraan dunia itu, empat di antaranya kejuaraan voli pantai Asia Pasific yang berlangsung April 2012, kejuaraan sepatu roda Asia Pasifik (Juli 2012), kejuaraan bola voli indoor (Oktober 2012) dan kejuaraan ski air dunia (November 2012). Tidak hanya itu, Sumsel juga membidik Asian
Games 2018
Jadwal Even
Ketua Umum KONI Sumsel H Muddai Madang mengemukakan, pasca perhelatan SEA Games, areal JSC dipastikan padat oleh agenda-agenda internasional. Sejumlah pertandingan atau laga tingkat Asia dan dunia digelar di Jakabaring.
Menurut ketua Inasoc Sumsel ini, usai SEA Games banyak agenda dan hajatan level Asia dan dunia yang akan digelar pada awal Desember 2011.
Pihak KONI Sumsel mengincar menjadi tuan rumah, sebaliknya beberapa organisasi atau federasi olahraga juga mengincar Sumsel. Karena anggapan mereka tidak banyak venue berkualitas seperti di JSC.
Dikemukakannya, sejumlah agenda perhelatan akbar di Jakabaring telah menunggu. Seperti kejuaraan voli pantai kelompok umur se-Asia Pasific, kejuaraan dunia ski air, kejuaraan dunia menembak, kejuaraan dunia sepatu roda, dan kejuaraan dunia sepak takraw.
Selain menjadi tuan rumah sejumlah agenda internasional, beberapa venue dipandang layak untuk menggelar training camp, seperti misalnya venue menembak yang dipastikan menjadi tempat TC. Hal diungkapkan pelatih menembak Satlak Prima Glen CA yang menyatakan, venue menembak yang ada di Jakabaring adalah venue terbaik di tingkat Asia. Meski ada beberapa yang perlu dibenahi seperti sun screen, namun secara keseluruhan sudah sangat layak.(sir)
Jumat, 18 November 2011
Jakabaring Sport City Bermetamorfosis ke Jakabaring Sport School
*Bandingkan dengan Singapura Sport School
Palembang:
Jakabaring Sport City (JSC) harus bermetamorfosis ke Jakabaring Sport School (JSS). Ini mengingat pascaperhelatan multi cabang se-Asia Tenggara yang akan berakhir 22 November mendatang, dikhawatirkan venue-venue yang megah dan berstandar internasional itu akan terbengkalai.
Berbagai wacana telah digulirkan oleh berbagai pihak, termasuk Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Menpora Andi Malarangeng. Pihak DPR pun telah memberikan lampu hijau. Sehingga, nantinya JSC bisa berkembang menjadi kawasan terpadu JSS.
Komisi X DPR RI mendukung penuh gagasan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) untuk mendirikan Universitas Olahraga Internasional di kawasan Jakabaring Sport City (JSC). Hal itu dikemukakan anggota sekaligus juru bicara Komisi X DPR RI Dedy Gumelar alias Miing Bagito saat melakukan kunjungan kerja(kunker) bersama 10 anggota lainnya ke kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Jumat (18/11).
Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi A Mallarangeng juga telah menyatakan hal serupa,yakni wacana untuk mendirikan sekolah tinggi olahraga di kawasan JSC. Menurut Andi, gagasan yang dilontarkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin itu dapat mengangkat olahraga Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Sebagai perbandingan, SH tahun lalu berkesempatan mengunjungi Singapore Sports School (SSS). SSS yang telah beroperasi sejak 2 April 2004 itu memiliki sekitar tujuh hektar arealnya dan fasilitas pengembangan dan pendidikan olahraga prestasi yang mencukupi, hingga kini berhasil mencetak banyak atlet berkelas internasional.
Bandingkan dengan JSC yang memiliki luas 323 ha, dengan berbagai venue berstandar internasional, seperti venue aquatic,atletik, menembak, senam, tenis, angkat besi, stadion gelora jakabaring, dan wisma atlet.
Singapura ternyata belajar dari Sekolah Olahraga Ragunan di Jakarta untuk mengembangkan atlet berprestasi secara utuh sejak usia dini di negaranya.
Rektor SSS, Deborah Tan, didampingi beberapa direktur dan stafnya, mengakui sekolah itu telah belajar pula dari sekolah serupa yang lebih dulu ada di Ragunan, Indonesia. "Kami juga mengambil ilmu dari Sekolah Olahraga Ragunan di Jakarta yang terkenal di Asia Tenggara itu," kata Deborah.

Mereka juga menerima siswa dari negara lain, dan menarik pengajar maupun pelatih olahraga tertentu dari negara lain, termasuk Indonesia untuk pelatih bulu tangkis," kata Deborah lagi.
Menurut Basri Yusuf, Kepala pelatih Akademi Bulu Tangkis SSS, seharusnya Indonesia dapat terus mengembangkan sekolah olahraga serupa Ragunan itu, termasuk di daerah-daerah untuk mendukung peningkatan prestasi atlet olahraga di tingkat internasional.
Basri menilai sampai saat ini Indonesia cenderung mengabaikan pembinaan prestasi secara terpadu atlet sejak usia dini, antara lain melalui sekolah olahraga yang ada. Para atlet dari sekolah olahraga di Indonesia, menurut dia, seharusnya terus dibina dan dipantau dengan peran pemerintah di dalamnya.

"Jangan sepenuhnya menyerahkan atlet pelajar yang berprestasi hanya kepada klub masing-masing. Pembinaan dan pemantauan oleh pemerintah mesti terus dijalankan, sehingga prestasi atlet pelajar itu terus meningkat," kata dia.
Mereka juga menerima siswa dari negara lain, dan menarik pengajar maupun pelatih olahraga tertentu dari negara lain, termasuk Indonesia untuk pelatih bulu tangkis," kata Deborah lagi.
Menurut Basri Yusuf, Kepala pelatih Akademi Bulu Tangkis SSS, seharusnya Indonesia dapat terus mengembangkan sekolah olahraga serupa Ragunan itu, termasuk di daerah-daerah untuk mendukung peningkatan prestasi atlet olahraga di tingkat internasional.
Basri menilai sampai saat ini Indonesia cenderung mengabaikan pembinaan prestasi secara terpadu atlet sejak usia dini, antara lain melalui sekolah olahraga yang ada. Para atlet dari sekolah olahraga di Indonesia, menurut dia, seharusnya terus dibina dan dipantau dengan peran pemerintah di dalamnya.
"Jangan sepenuhnya menyerahkan atlet pelajar yang berprestasi hanya kepada klub masing-masing. Pembinaan dan pemantauan oleh pemerintah mesti terus dijalankan, sehingga prestasi atlet pelajar itu terus meningkat," kata dia.
Memang tidak cukup hanya mengandalkan bakat dan talenta individual untuk mencetak atlet handal nasional agar bisa berprestasi gemilang.
Ternyata keberadaan sekolah olahraga di suatu daerah atau negara diharapkan dapat berperan mendorong kemunculan atlet handal melalui pendidikan dan pembinaan sejak dini, termasuk memadukan bakat dan talenta dengan dukungan pembinaan prestasi secara berjenjang dan berkelanjutan.
Tak Sekadar Cetak Atlet
Tak Sekadar Cetak Atlet
Pimpinan (Kepala Sekolah) Singapore Sports School (SSS), Deborah Tan, didampingi para direktur dan staf, menjelaskan bahwa sekolah yang berdiri 2 April 2004 itu telah berhasil mencetak atlet berprestasi.
Atlet dari sekolah ini, antara lain berhasil menggapai gelar pada lima kejuaraan dunia, menjadi peserta dalam Olimpiade Beijing tahun 2008, meraih dua medali emas pada Asian Games, satu medali emas Kejuaraan Persemakmuran, meraih 23 emas, 18 perak, dan 9 perunggu pada ajang SEA Games.

Masih banyak prestasi pada kejuaraan dunia, Asia Tenggara, Asia, termasuk pada kejuaraan tingkat yunior, dan meraih sejumlah gelar kejuaraan nasional beserta pemegang rekor nasional berbagai cabang olahraga di daerahnya.
Masih banyak prestasi pada kejuaraan dunia, Asia Tenggara, Asia, termasuk pada kejuaraan tingkat yunior, dan meraih sejumlah gelar kejuaraan nasional beserta pemegang rekor nasional berbagai cabang olahraga di daerahnya.
Tao Li, atlet asal SSS merupakan pemegang rekor Asia pada cabang renang gaya kupu-kupu wanita tahun 2008, dan Sherman Cheng, peraih medali emas cabang layar pada Asian Games.
Menurut Deborah Tan, Kepsek SSS itu, sekolah olahraga ini memadukan kemampuan akademik untuk mendukung prestasi pelajar dan atlet Negeri Singa itu, misi utama mereka adalah mencetak atlet juara yang berkarakter ("Learned Champions with Character").
Menurut Deborah Tan, Kepsek SSS itu, sekolah olahraga ini memadukan kemampuan akademik untuk mendukung prestasi pelajar dan atlet Negeri Singa itu, misi utama mereka adalah mencetak atlet juara yang berkarakter ("Learned Champions with Character").
Karakter diperlukan oleh seorang juara. Juara tanpa karakter, dia akan terombang-ambing tak tentu tujuan. Namun karakter akan memperlancar sang juara untuk menembus kejuaraan satu dan berikutnya. Dan tentunya karakter akan membikin seseorang siap menjadi juara.
SSS mengaplikasikan antara dua perspektif tentang olahraga yakni baik sebagai praktik sosial (social practices) atau kelembagaan sosial (social institution). Sebagai praktik sosial, siswa akan belajar banyak tentang nilai-nilai olahraga, melalui interaksi yang dinamis selama latihan dan bertanding. Dalam upaya meningkatkan prestasi, para siswa akan mengalami proses kooperatif dan konflik dengan rekan dan pelatih, berasosiasi dengan kelompok lain. Kemenangan dan kekalahan akan menjadi pelajaran berharga bagi sang atlet dalam pengembangan kepribadiannya.
Sebagai kelembagaan sosial, para siswa yang menjadi atlet nantinya bisa menjadi atlet yang terkenal bahkan kaya dan populer. Sehingga mereka bisa memiliki status sosial yang tinggi. Untuk itu SSS juga memberikan bekal para siswa dengan hal yang tak berkaitan dengan olahraga yang bakal membentuk karakternya nanti.
Kampus sekolah yang siswanya kini harus melaksanakan kurikulum pendidikan berlangsung selama 6-7 tahun dari semula hanya empat tahun, mengembangkan sembilan cabang olahraga utama, yaitu renang, bulu tangkis, tenis meja, menembak, boling, atletik, sepak bola, netball (semacam bola basket), senam, dan beberapa cabang olahraga seperti triatlon.
Fasilitas untuk semua cabang olahraga itu terlihat sangat lengkap berada pada areal seluas tujuh hektare, antara lain kolam renang berstandard internasional (olimpiade), dengan dukungan kurikulum dan pengajar serta pelatih yang handal.
Tidak kalah dengan sekolah umum, di SSS juga menggunakan silabus pendidikan yang sama dengan sekolah formal lainnya. Sehingga para siswa juga siap untuk mengikuti ujian akhir pada tiap tingkat pendidikannya sesuai peraturan di Singapura. SSS juga melakukan sistem pembelajaran online.
Soal seleksi siswa, sedikit SSS berbeda dengan sekolah pada umumnya. Sebab ada satu sesi dimana para calon siswa harus mempresentasikan rencana mereka di bidang olahraga dan prestasi yang ingin dicapai.
Perjalanan Panjang
Untuk mendirikan sekolah ini, ternyata perlu perjuangan panjang sejak tahun 1990, melalui pembahasan bersama oleh semacam KONI-nya Singapura, dengan kementerian terkait di negara itu, serta melibatkan kalangan organisasi cabang olahraga setempat.
Sejumlah pejabat terkait juga harus melakukan studi banding mengunjungi sekolah olahraga di Malaysia, Thailand, dan Hongkong. Setelah itu, sejumlah upaya dijalankan, termasuk membuat perencanaan sekolah olahraga di yang akan dibangun, menyiapkan infrastruktur serta pengorganisasiannya.
Tim pelaksananya mulai bekerja tahun 2001 hingga 2002, sampai pada 18 Maret 2002 berhasil membuat model arsitektur SSS yang diinginkan bersama. Rencana yang disepakati itu, akhirnya dijalankan melalui pembangunan sarana dan prasarana SSS di lokasi yang ditentukan.
Bersamaan itu pula, mulai diseleksi para calon siswa, dari sekitar 150 pelamar masuk menjadi hanya 141 siswa baru SSS pertama yang memulai pendidikan mereka pada 5 Januari 2004.
Sekolah ini baru diresmikan pada 2 April 2004 melalui acara seremonial yang dihadiri oleh PM Singapura, Goh Chok Tong. Sekolah ini memiliki Akademi Ilmu Olah Raga, satu-satunya di Singapura. Staf-nya terdiri dari biomechanist, ahli fisiologi olahraga, psikolog olahraga, tiga ahli fisioterapi, dua pelatih fisik dan ahli gizi.
Tim pelaksananya mulai bekerja tahun 2001 hingga 2002, sampai pada 18 Maret 2002 berhasil membuat model arsitektur SSS yang diinginkan bersama. Rencana yang disepakati itu, akhirnya dijalankan melalui pembangunan sarana dan prasarana SSS di lokasi yang ditentukan.
Bersamaan itu pula, mulai diseleksi para calon siswa, dari sekitar 150 pelamar masuk menjadi hanya 141 siswa baru SSS pertama yang memulai pendidikan mereka pada 5 Januari 2004.
Sekolah ini baru diresmikan pada 2 April 2004 melalui acara seremonial yang dihadiri oleh PM Singapura, Goh Chok Tong. Sekolah ini memiliki Akademi Ilmu Olah Raga, satu-satunya di Singapura. Staf-nya terdiri dari biomechanist, ahli fisiologi olahraga, psikolog olahraga, tiga ahli fisioterapi, dua pelatih fisik dan ahli gizi.
Sejak itulah, para siswa SSS bersama guru pembimbing dan pelatih serta pimpinan sekolah berupaya mewujudkan visi dan misi mereka, antara lain untuk mengembangkan kemampuan siswanya secara unggul agar dapat menjadi atlet yang bisa menggapai reputasi dan prestasi internasional.
Memang kita tidak seratus persen meniru pola SSS, tetapi paling tidak pendirian sekolah olahraga dengan venue-venue berstandar internasional yang telah dimiliki merupakan langkah strategis. Fasilitas sudah tersedia, tinggal memanfaatkannya.(sh/muhamad nasir)
Memang kita tidak seratus persen meniru pola SSS, tetapi paling tidak pendirian sekolah olahraga dengan venue-venue berstandar internasional yang telah dimiliki merupakan langkah strategis. Fasilitas sudah tersedia, tinggal memanfaatkannya.(sh/muhamad nasir)
Sabtu, 12 November 2011
SBY Meminta Jaga Fasilitas Olahraga
SBY Meminta Jaga Fasilitas Olahraga
PALEMBANG----Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) untuk bisa menjaga fasilitas olahraga di Komplek Jakabaring Palebang.
Hal ini disampaikan SBY saat peresmian komplek Olahraga Jakabaring Sport City Palembang, Jum'at (11/11) di Venue Menembak. Persemian ini sempat mengalami penundaan satu hari dari jadwal yang ditentukan sebelumnya.
Menurut SBY pembangunan venue di kawasan Jakabaring Sporty City ini sempat mendapat diragukan dan mendapat kritikan dari banyak pihak, tetapi dengan kegigihan untuk mensukseskan SEA Games kawasan olahraga ini bisa diselesaikan dengan baik.
"Memang banyak berita yang mengkritisi, mengecam bahkan ada berita-berita yang mengejek, tetapi saya selalu berpesan kepada gubernur Sumsel agar usaha yang dikerjakan ini menjadi tantangan, sehingga perlu dijawab dengan kata-kata," ujar SBY.
Dituturkan SBY kritik yang dilontarkan oleh beberapa pihak ini, dianggap sebagai penyemangat untuk mencapai kesuksesan, tetapi melihat bangunan di kawasan Jakabaring ini banyak pihak tidak percaya bisa diselesaikan dengan baik.
"Saya sendiri bangga dengan bangunan di kawasan olahraga ini, karena ternyata benar-benar bertaraf internasional, ini menunjukkan kerja kerasya pemerintah pusat dan daerah serta bantuan dunia usaha dalam mewujudkan kawasan ini," tutur SBY.
Dikatakannya dalam kehidupan ini jangan hanya berpacu pada politik saja karena dapat menimbulkan suasana panas. Jangan juga diwarnai oleh bisnis saja karena terdapat persaingan yang keras untuk mencapai keuntungan.
“Banyak sisi kehidupan yang tidak boleh diabaikan seperti olahraga dan seni. Pasalnya dengan olahraga, kita dapat bersatu tanpa melihat perbedaan partai politik, agama dan ras,” katanya.
SBY menegaskan suka duka dan kerja keras dalam membangun kawasan ini agar bisa rampung, tentunya masih mempunyai tantangan lebih besar agar dapat dipergunakan sebaik-baiknya.
"Gunakan fasilatas yang ada ini untuk menggelar pertandingan bertaraf nasional dan internasional, dan pemerintah juga akan mendirikan institute olahraga, hal tersebut agar bisa mencetak atlet dan wasit profesional," jelasnya.
Ditambahkan SBY, meminta kepada pemerintah provinsi Sumsel, untuk bisa menjadikan kawasan Jakabaring sebagai salah satu objek wisata bagi masyarakat, sehingga nantinya masyarakat ikut menjaga kawasan ini.
Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga (Mepora), Andi Malarangeng menuturkan, Kawasan Jakabaring sudah siap menggelar event berstandar SEA Games, karena semua venue sudah selesai.
"Saya berharap kawasan ini menjadi pengembangan olahraga di masa yang akan datang, sehingga olahraga di Indonesia ini lebih berjaya," ujar Andi. (NS
PALEMBANG----Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) untuk bisa menjaga fasilitas olahraga di Komplek Jakabaring Palebang.
Hal ini disampaikan SBY saat peresmian komplek Olahraga Jakabaring Sport City Palembang, Jum'at (11/11) di Venue Menembak. Persemian ini sempat mengalami penundaan satu hari dari jadwal yang ditentukan sebelumnya.
Menurut SBY pembangunan venue di kawasan Jakabaring Sporty City ini sempat mendapat diragukan dan mendapat kritikan dari banyak pihak, tetapi dengan kegigihan untuk mensukseskan SEA Games kawasan olahraga ini bisa diselesaikan dengan baik.
"Memang banyak berita yang mengkritisi, mengecam bahkan ada berita-berita yang mengejek, tetapi saya selalu berpesan kepada gubernur Sumsel agar usaha yang dikerjakan ini menjadi tantangan, sehingga perlu dijawab dengan kata-kata," ujar SBY.
Dituturkan SBY kritik yang dilontarkan oleh beberapa pihak ini, dianggap sebagai penyemangat untuk mencapai kesuksesan, tetapi melihat bangunan di kawasan Jakabaring ini banyak pihak tidak percaya bisa diselesaikan dengan baik.
"Saya sendiri bangga dengan bangunan di kawasan olahraga ini, karena ternyata benar-benar bertaraf internasional, ini menunjukkan kerja kerasya pemerintah pusat dan daerah serta bantuan dunia usaha dalam mewujudkan kawasan ini," tutur SBY.
Dikatakannya dalam kehidupan ini jangan hanya berpacu pada politik saja karena dapat menimbulkan suasana panas. Jangan juga diwarnai oleh bisnis saja karena terdapat persaingan yang keras untuk mencapai keuntungan.
“Banyak sisi kehidupan yang tidak boleh diabaikan seperti olahraga dan seni. Pasalnya dengan olahraga, kita dapat bersatu tanpa melihat perbedaan partai politik, agama dan ras,” katanya.
SBY menegaskan suka duka dan kerja keras dalam membangun kawasan ini agar bisa rampung, tentunya masih mempunyai tantangan lebih besar agar dapat dipergunakan sebaik-baiknya.
"Gunakan fasilatas yang ada ini untuk menggelar pertandingan bertaraf nasional dan internasional, dan pemerintah juga akan mendirikan institute olahraga, hal tersebut agar bisa mencetak atlet dan wasit profesional," jelasnya.
Ditambahkan SBY, meminta kepada pemerintah provinsi Sumsel, untuk bisa menjadikan kawasan Jakabaring sebagai salah satu objek wisata bagi masyarakat, sehingga nantinya masyarakat ikut menjaga kawasan ini.
Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga (Mepora), Andi Malarangeng menuturkan, Kawasan Jakabaring sudah siap menggelar event berstandar SEA Games, karena semua venue sudah selesai.
"Saya berharap kawasan ini menjadi pengembangan olahraga di masa yang akan datang, sehingga olahraga di Indonesia ini lebih berjaya," ujar Andi. (NS
Selasa, 08 November 2011
Kompleks JSC Diresmikan, Jelmakan Senayan di Luar Jawa
*Di Era Tiga Gubernur
Palembang:
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, dijadwalkan meresmikan
kompleks Jakabaring Sport City (JSC) yang memilki venue-venue
berstandar internasional untuk SEA Games XXVI, Kamis (10/11) di Palembang. Kompleks ini akan
dinobatkan menjadi kompleks olahraga termegah di Indonesia.
Senayan, sebagai pusat olahraga di Indonesia, kini
seakan hadir di luar Jawa. Dan Sumsel, sebagai tuan rumah sekaligus tempat
opening-closing Sea Games menjadi pilihannya ‘mendarat’.
Kesuksesan ini tak lepas dari tangan dingin plus
kenekatan tiga gubernur Sumsel. Yakni, H Rosihan Arsyad, H Syahrial Oesman, dan
H Alex Noerdin.
Keberadaan JSC ini tak
lepas dari Sumsel sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI
tahun 2004.Menjadi tuan rumah PON di luar Jawa, tak lepas dari tangan dingin Gubernur Sumatera Selatan (1998-2003) Rosihan Arsyad, yang pada 1999 nekat mencalonkan provinsinya ke KONI. Dan ketika PON terlaksana 2004, Syahrial Oesman menjabat sebagai Gubernur Sumsel.
Sumatera Selatan ketika itu miskin fasilitas olahraga yang pantas untuk lomba multievents seukuran PON. Tidak terbayangkan di provinsi itu akan dibangun infrastruktur olahraga, mengingat APBD Provinsi Sumatera Selatan ketika itu pun cuma Rp 400 miliar, jauh dari cukup untuk membangun sarana dan prasarana untuk 43 cabang yang dilombakan.
Namun, ternyata Stadion Gelora Sriwijaya (kompleks olahraga Jakabaring) yang berkapasitas 40.000 penonton dapat dibangun dengan anggaran "murah meriah", yakni Rp 98 miliar.
Stadion Gelora Sriwijaya
(juga disebut Stadion Jakabaring)
adalah stadion multifungsi terbesar ketiga di Indonesia setelah Stadion Bung Karno dan Stadion Palaran. Terletak di Palembang, Indonesia, stadion ini juga diakui sebagai
salah satu stadion terbaik yang bertaraf internasional.
Kebanyakan,
stadion ini difungsikan untuk tempat penyelenggaraan pertandingan-pertandingan sepak bola. Stadion dengan luas lahan sekitar 40 hektar
ini dapat memuat hingga 36.000 - 40.000 orang dengan 4 tribun (A, B, C dan D)
bertingkat mengelilingi lapangan. Stadion ini beralamat di Jalan Gubernur H. A.
Bastari, Jakabaring, Palembang.
Setelah PON, Sumsel memang kemudian mewarisi berbagai sarana olahraga yang sebelumnya tidak terpikirkan bakal ada dan tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Kini untuk pelaksanaan SEA Games XXVI mendatang, kompleks olahraga Jakabaring yang luasnya 325 hektare telah berskala internasional, dipastikan jauh lebih canggih dibanding bentuk awalnya. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mampu meyakinkan Presiden SBY agar mempercayakan Sumsel sebagai tuan rumah Sea Games bersama DKI sekaligus opening dan closing.
Kepercayaan SBY itu yang kemudian mengakibatkan adanya penambahan pembangunan sejumlah venue baru untuk penyelenggaraan 19 cabang olahraga di 13 area. Bahkan Bank Sumsel Babel juga membangun gedung kantor pusat setinggi 17 lantai di kawasan itu, yang juga akan menjadi lokasi International Broadcast Centre.
Stadion
Atletik Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan akan menerima sertifikat International
Association of Athletics Federations (IAAF) sebagai fasilitas olahraga
berstandar internasional pada 9 November 2011 ini, kata Ketua Panitia Pelaksana
SEA Games XXVI Atletik, Sri Hartuti Merdiko.
"Artinya, venue atletik sudah memenuhi syarat untuk menggelar SEA Games XXVI, dengan mengantongi sertifikat IAAF sebelum pelaksanaan," kata Sri Hartuti.
"Artinya, venue atletik sudah memenuhi syarat untuk menggelar SEA Games XXVI, dengan mengantongi sertifikat IAAF sebelum pelaksanaan," kata Sri Hartuti.
Jakabaring memang kini sudah menjadi alternatif pusat kegiatan olahraga nasional dan internasional selain Senayan, di Jakarta, apalagi kalau di sana dikembangkan sebagai pusat sport science, ini sebuah positioning yang jitu. Sumatera Selatan boleh dijadikan contoh bagaimana merencanakan pembangunan kompleks olahraga yang cukup komprehensif.
Menpora AndiMalarangeng di sela-sela kunjungannya meninjau pembangunan Venue Sea Games menyatakan, Indonesia memang butuh Senayan-Senayan baru. Untuk maju, Senayan itu harus tersebar di seluruh Indonesia. (sh/muhamad Nasir)
Langganan:
Postingan (Atom)